Pembangunan industri peternakan merupakan
tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan swasta. Ketiga
komponen manajerial tersebut perlu bersinergi satu dengan lainnya untuk
membangun kelembagaan yang terstruktur baik guna mengoptimalkan pemanfaatan
berbagai sumber daya yang dimiliki dalam pengembangan sistem peternakan
harapan. Kebutuhan daging sapi dan susu sapi baru dapat dipenuhi melalui impor
dalam jumlah besar. Daging kambing, daging ayam dan telur dapat dikatakan telah
berswasembada, hanya sayang pakan ayam ras masih harus diimpor sekitar 3 juta
ton per tahun. Trend konsumsi kedepan akan terfokus pada daging sapi, daging ayam
dan telur karena produk akhir dari ketiga komponen tersebut bersifat harga
murah, mudah diperoleh, tersebar sampai pedesaan dan bergizi tinggi dan disukai
masyarakat umum. Oleh karena itu restrukturisasi peternakan harus fokus pada
kelembagaan yang mampu untuk penyediaan benih/bibit yang cukup dan kontinu,
kecukupan dan kemudahan perolehan pakan dan obat-obatan serta pemasaran yang
menguntungkan para pelaku. Pengembangan kawasan industri peternakan dari hulu
sampai hilir akan merupakan pilihan utama untuk menggapai harapan.Donwload Makalah lengkap
- Beranda
- Data Base
- Artikel
- Brosur/Leaflet
- Pertanian Organik/Organik Farming
- Mitra
- Kementan
- BPTP ACEH
- Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh
- Pemda Bireuen
- BP2KP Bireuen
- Distannakbun Bireuen
- Dinas Perikanan Bireuen
- BP3K Samalanga
- BP3K SP.Mamplam
- BP3K Pandrah
- BP3K Jeunieb
- BP3K Plimbang
- BP3K Peudada
- BP3K Jeumpa
- BP3K Kota Juang
- BP3K Juli
- BP3K Kuala
- BP3K Peusangan
- BP3K Peusangan Siblah Krueng
- BP3K Peusangan Selatan
- BP3K Kuta Blang
- BP3K Makmur
- BP3K Geogegok
- FK THL Nasional
- Forum Diskusi
Senin, 06 Agustus 2012
Minggu, 05 Agustus 2012
Bireuen Bertabur Bunga
Menjelang Pelantikan Bupati
Bireuen terpilih H Ruslan HM Daud dan Wakil Bupati Terpilih Ir
Mukhtar Abda MSi kota Bireuen di penuhi dengan rangkaian bunga ucapan
selamat, baik itu yang datang dari Instansi Pemerintah, Instansi Swasta,
Pengusaha, Lemaga Swadaya Masyarakat dan Personal masyarakat Bireuen, hal ini
memberikan berkah tersendiri kepada pengusaha papan bunga dan usaha percetakan
di kabupaten Bireuen, menjelang Pelantikan Bupati usaha – usaha papan bunga
kebanjiran order. susunan papan bunga dapat dipantau mulai dari depan pendopo sampai
di SP.Empat Jalan Gayo. secara antusias masyarakat akan menyaksikan proesesi
pelantikan pada hari senin tanggal 6 Agustus 2012, masyarakat berharap kedepan
Bireuen akan lebih maju khusus di sector pertanian, perikanan dan kehutanan. (Arsyadi THL-TBPP Kab.Bireuen)
Sabtu, 04 Agustus 2012
Ganti Cangkul Petani dengan Laptop Atau Komputer
Pada
saat petani mulai melek TI mungkin petani tidak lagi memegang cangkul, parang
dan alat – alat pertanian lainnya, bagaiman hal tersebut akan terwujud? disaat
petani mulai mahir IT dan Internet maka petani tidak perlu lagi subuh – subuh sekali
bangun dan membawa hasil panennya kepasar pagi yang ada dikota kecamatan atau
kabupaten. Akan tetapi petani langsung bisa memasarkan hasil panennya setiap
sore melalaui pasar lelang online atau forum khusus.
Akankah
ini terwujud? Jawabannya pasti,,,bisa, besok, lusa atau beberapa tahun kedepan,
perkembangan IT bakal mempermudah petani dalam melakukan kegiatan pertaniaannya
baik itu kegiatan on farm maupun kegiatan of farm. mulai sekarang peran
Penyuluh Pertanian Lapangan diharapkan bisa mengubah semua ini, PPL disamping
mahir memberi penyuluhan berkaitan dengan Teknis Budidaya, Hama Penyakit, Panen
dan Pasca Panen PPL juga harus mampu menguasi mengajarkan petani tetang IT.
Jumat, 03 Agustus 2012
Potensi Perikanan Tangkap di Kabupaten Bireuen
Produksi Perikanan Tangkap tahun 2007 :
JENIS IKAN
Pantai Selat Malaka
- ikan selar : 613,9 ton, ikan kwee : 352,7 ton, ikan layang : 606,8 ton, ikan Sunglir : 82,6 ton, - ikan tetengkek : 259,4 ton, ikan bawal hitam : 136,4 ton, ikan bawal putih : 159,6 ton, ikan talang-talang : 499,2 ton,
- ikan kakap putih : 237,6 ton, ikan golok golok : 257,8 ton, ikan selanget : 95,8 ton, ikan japuh : 125 ton
- ikan tembang : 93,6 ton, ikan lemuru : 96 ton, ikan Peperek : 270 ton, ikan lencam : 30,1 ton,
- ikan kakap merah : 336,4 ton, ikan belanak : 259,2 ton, ikan biji nangka : 238,7 ton, ikan swangi : 156,9
ton
- ikan tongkol krai : 689,1 ton, ikan tongkol komo : 532,1 ton, ikan cakalang : 1.945,7 ton, ikan kembung :
391,1 ton,
- ikan alu alu : 87,5 ton, ikan tenggiri : 310,8 ton, ikan tuna mata besar : 820,1 ton, ikan tongkol abu abu :
1.289,4 ton -ikan layur : 132,3 ton, ikan cucut : 292,3 ton, ikan pari : 165 ton, ikan lainnya : 772,6 ton
JENIS UDANG
- Udang Putih : 147,2 ton, udang lainnya : 77,2 ton,
BINATANG LUNAK
- cumi cumi : 84,7 ton, sotong: 31,9 ton Produksi 2007 (Ton) 12.677 Produksi 2006 (Ton) 17.061
Sumber Data: Statistik Perikanan Tangkap 2007
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara
JENIS IKAN
Pantai Selat Malaka
- ikan selar : 613,9 ton, ikan kwee : 352,7 ton, ikan layang : 606,8 ton, ikan Sunglir : 82,6 ton, - ikan tetengkek : 259,4 ton, ikan bawal hitam : 136,4 ton, ikan bawal putih : 159,6 ton, ikan talang-talang : 499,2 ton,
- ikan kakap putih : 237,6 ton, ikan golok golok : 257,8 ton, ikan selanget : 95,8 ton, ikan japuh : 125 ton
- ikan tembang : 93,6 ton, ikan lemuru : 96 ton, ikan Peperek : 270 ton, ikan lencam : 30,1 ton,
- ikan kakap merah : 336,4 ton, ikan belanak : 259,2 ton, ikan biji nangka : 238,7 ton, ikan swangi : 156,9
ton
- ikan tongkol krai : 689,1 ton, ikan tongkol komo : 532,1 ton, ikan cakalang : 1.945,7 ton, ikan kembung :
391,1 ton,
- ikan alu alu : 87,5 ton, ikan tenggiri : 310,8 ton, ikan tuna mata besar : 820,1 ton, ikan tongkol abu abu :
1.289,4 ton -ikan layur : 132,3 ton, ikan cucut : 292,3 ton, ikan pari : 165 ton, ikan lainnya : 772,6 ton
JENIS UDANG
- Udang Putih : 147,2 ton, udang lainnya : 77,2 ton,
BINATANG LUNAK
- cumi cumi : 84,7 ton, sotong: 31,9 ton Produksi 2007 (Ton) 12.677 Produksi 2006 (Ton) 17.061
Sumber Data: Statistik Perikanan Tangkap 2007
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara
Makalah Agroekologi
Salah
satu upaya penanganan kerusakan lahan akibat ekplorasi adalah dengan menerapkan
sistem budidaya lorong dalam pengembangan sistem usahatani lahan kering, karena
sistem ini memberikan banyak keuntungan diantaranya dapat menekan terjadinya
erosi, meningkatkan produktivitas tanah karena adanya penambahan bahan organik
melalui hasil pangkasan tanaman pagar, dapat meningkatkan pertumbuhan dan
produksi tanaman serta dapat menciptakan kondisi iklim mikro (suhu) diantara
lorong tanaman (Sudharto et al., 1996). Donwload Makalah lengkap
Jumat, 27 Juli 2012
Ketika Petani Mulai Meninggalkan Cangkul
Kita mengerti bahwa perkembangan
peradaban manusia bisa ditilik dari kehidupan manusia purba. Manusia purba
hidup dari food gathering yakni berburu dan meramu, masa berladang
pindah-pindah (dalam bahasa sunda yakni huma atau ngahuma),
dan selanjutnya bertani menetap. Perkiraan Kuntjaraningrat (1967: 31-32), bahwa
peralihan dari food gathering ke perladangan bisa diimajinasikan
dengan spekulasi-spekulasi bahwa usaha bercocok tanam yang pertama dimulai
dengan aktivitas mempertahankan tumbuh-tumbuhan dari serangan binatang buas.
Dalam proses aktivitas itu, sangat mungkin terjadi pengamatan bagaimana
misalnya biji jatuh ke tanah kemudian tumbuh, ataupun batang singkong yang
tertancap di tanah lalu tumbuh. Demikianlah, kemudian dapat dibuat berbagai
teori yang mencoba menjawab soal bagaimanakah manusia pertama kali bercocok
tanam.
Melewati masa purba, menuju awal
masehi, perkembangan perekonomian Indonesia didominasi oleh tradisi maritim
ketimbang agraris. Sentra-sentra kerajaan berawal dari kota-kota pesisir yang
ramai. Kondisi ini setidaknya sampai pada era Mataram atau mundur lagi—dengan
toleransi tertentu—pada era Majapahit. Majapahit telah mengekspor beras ke
Tiongkok, meski hal itu tidak menjadi hal signifikan dalam perekonomian
ketimbang transaksi politik di perairan (perang) dan upeti-upeti yang dijemput
langsung ke daerah taklukan ataupun yang diantarkan oleh delegasi daerah
kekuasaannya. Yang agak jelas, Indonesia menjadi agraris ketika Mataram menjadi
kerajaan Jawa pedalam yang muncul pada pertengahan abad ke-16. (http://agusbudipurwanto.wordpress.com/2010/08/30/sejarah-petani-indonesia/)
sejarah perkembangan pertanian
di Indonesia mulai dari bertani berpindah – pindah sampai pada bertani menetap
secara berkelompok dan bertani menetap secara individu,peran petani sangat
besar, petanilah yang telah menjaga stabilitas nasional dengan pencapaian
swasembada beras. beras merupakan makanan pokok di Indonesia tanpa stok beras
yang cukup maka stabilitas politik akan sedikit terganggu. Hal ini telah
dibuktikan oleh beberapa perkembangan Sejarah Politik di Indonesia.
Kekhawatiran besar sedang terjadi
sekarang adalah satu persatu petani mulai meninggalkan cangkul dan lahan
garapannya, petani lebih suka beralih kepekerjaan lain yang lebih menguntungkan
ketimbang bertani. Sarjana – Sarjana Pertanian lulusan berbagai Perguruan
tinggi banyak yang terjun ke pekerjaan lain si luar kegiatan bertani, mereka
lebih memilih pekerjaan yang lebih menjanjikan dibandingkan bertani, semisal
menjadi PNS, Dosen, ataupun Karyawan Swasta. hanya sebagian kecil dari mereka
yang betul betul menggeluti usaha bertani.
kekhawatiran ini harus cepat
ditanggapi oleh pemerintah, setidaknya pemerintah bisa menciptakan berbagai
program yang dapat dirasakan oleh yang betul – betul petani, sehingga petani
kita tidak semakin susut. dan usaha pemerintah mencapai dan mempertahankan swasembada
pangan dapat di tingkatkan dan di pertahankan . (Arsyadi. THL TBPP Bireuen)
Jumat, 15 Juni 2012
Penanaman Perdana Kedelai Oleh Bupati Bireuen
Pada kesempatan
tersebut Bupati Bireuen mengatakan Program ini harus benar – benar dimanfaatkan
supaya menjadi berkah untuk petani dan untuk masyarakat Bireuen pada umumnya,
Bupati Bireuen juga mengatakan Kecamatan Juli harus menjadi contoh untuk
kecamatan lain.
Dalam kesempatan
lain Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan dalam arahanya
menyatakan dalam upaya memanfaatkan masa jeda tanam Juni – September 2012
karena ada perbaikan irigasi dalam wilayah Pante Lhong Dua, maka Dinas
Pertanian berinisiatif untuk mengembangkan kedelai di lahan sawah dalam wilayah
Irigasi Pante Lhong Dua. Kadis juga menyampaikan Penyuluh Pertanian bersama
instansi terkait harus dapat mendampingi kegiatan ini sehingga petani dalam
pelaksanaan budidaya nanti benar – benar berhasil.
Dengan program
ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan petani dalam masa jeda tanam Juni –
September 2012 >>>: Arsyadi
Langganan:
Komentar (Atom)