Harga Kebutuhan Pokok Pekan ini di Seputaran Pasar Bireuen : Beras Rp.........Minyak Goreng Rp.......Gula Pasir Rp.........Cabe Merah Rp.........Bawang Merah Rp........Bawang Putih Rp...........

Jumat, 15 Juni 2012

Penanaman Perdana Kedelai Oleh Bupati Bireuen

Bupati Bireuen melakukan penanaman kedelai perdana yang dilaksanakan di desa Juli Seutuy Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen program pengembangan kedelai ini merupakan bantuan CBN (Cadangan Benih Nasional) dari Kementrian Pertanian. Program pengembangan Kedelai ini dalam upaya memanfaatkan masa jeda tanam padi pada lahan sawah irigasi dalam wilayah irigasi pante lhong dua.
Pada kesempatan tersebut Bupati Bireuen mengatakan Program ini harus benar – benar dimanfaatkan supaya menjadi berkah untuk petani dan untuk masyarakat Bireuen pada umumnya, Bupati Bireuen juga mengatakan Kecamatan Juli harus menjadi contoh untuk kecamatan lain.
Dalam kesempatan lain Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan dalam arahanya menyatakan dalam upaya memanfaatkan masa jeda tanam Juni – September 2012 karena ada perbaikan irigasi dalam wilayah Pante Lhong Dua, maka Dinas Pertanian berinisiatif untuk mengembangkan kedelai di lahan sawah dalam wilayah Irigasi Pante Lhong Dua. Kadis juga menyampaikan Penyuluh Pertanian bersama instansi terkait harus dapat mendampingi kegiatan ini sehingga petani dalam pelaksanaan budidaya nanti benar – benar berhasil.
Dengan program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan petani dalam masa jeda tanam Juni – September 2012 >>>: Arsyadi

[ Read More.. ]

Minggu, 06 Mei 2012

Masril Koto, Banker Sukses yang tak Lulus Sekolah Dasar

Petani di Agam, Sumatera Barat, kini punya bank khusus. Mereka bisa meminjam modal untuk pengembangan usaha. Founder-nya, Masril Koto, merupakan petani sederhana yang bahkan tak lulus SD.

Saat diundang tampil dalam acara Kick Andy, 3 November, penampilan Masril Koto paling sederhana dibanding tamu-tamu Andy yang lain. Mengenakan T-shirt putih dibalut jaket hitam dengan celana kain hitam. Alas kakinya sepasang sandal hitam.

Masril berperawakan kecil, berkulit sawo matang, berkumis lebat, bertampang lucu, dan murah senyum.  Gara-gara wajah dan senyum itu, penonton acara taping Kick Andy di studio Metro TV dibuat ger-geran. Tawa khasnya sering muncul tiba-tiba di tengah perbincangan dengan Andy. Si host pun kerap tak kuasa menahan tawa. "Begini-begini, Anda ini banker ya?" ujar Andy F. Noya, host Kick Andy.
 
Di kampung halamannya, layaknya kebanyakan warga Agam, Sumatera Barat, Masril Koto menyandang profesi sebagai petani dan peternak. Namun, sejak 2006, dia menyandang profesi tambahan, menjadi banker.

Sejatinya bukan banker atau orang yang bekerja di bank-bank. Tapi, pria yang tak sampai menamatkan bangku sekolah dasar itu merupakan salah seorang bidan terbentuknya Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani, sebuah lembaga keuangan tempat para petani bisa mendapatkan pinjaman untuk tambahan modal usaha.

Namun, alih-alih Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Prima Tani, Masril lebih suka menyebut lembaga itu sebagai bank petani. Lebih gampang. "Kalau bilang Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Prima Tani, bisa bingung dia (petani, Red) tuh," katanya.

Banyaknya petani yang sulit mencari pinjaman modal menginspirasi Masril untuk membentuk lembaga keuangan para petani tersebut. Dibanding pihak lain, petani merupakan sosok yang sering kurang mendapat kepercayaan dari bank untuk mendapatkan suntikan dana. Maklum, apa yang bisa diajukan petani sebagai agunan pinjaman"

Karena itu, ketika peralatan bersawah rusak, para petani biasanya akan sibuk mencari pinjaman ke sana-kemari dan belum tentu bisa mendapatkan uang dengan cepat. "Itulah kesulitan riil yang dihadapi petani di lapangan," ungkap pria 36 tahun tersebut.

Menurut dia, lembaga keuangan khusus petani perlu ada karena masalah petani lainnya seperti soal bibit atau pupuk akan bisa diselesaikan sendiri oleh petani. Kegelisahan itu, tampaknya, mendapat banyak respons dari rekan sesama petani.

Pada 2002, Masril dan teman-temannya sesama petani mulai bergerilya membangun lembaga tersebut. Dalam bayangan Masril, mendirikan bank bakal tidak ribet. Tinggal cari orang yang mau memberikan pelatihan, merekrut anggota, jadilah bank.

Masril bertugas mencari info pelatihan tersebut. Ayah satu anak itu rajin mengumpulkan brosur dari tiap bank. "Saya masuki semua bank. Setiap saya menanyakan informasi mengenai pelatihan membuat bank, yang saya tanyai hanya tertawa," ungkapnya.

Empat tahun kemudian, pada 2006, usaha itu membuahkan hasil. Masril dan kawan-kawan kemudian bertemu Yayasan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (AFTA). Yayasan AFTA adalah lembaga yang turun ke kenagarian (desa) di Sumatera Barat (Sumbar) untuk memberikan penyuluhan pertanian.

Yayasan AFTA memfasilitasi dengan memberikan pelatihan keuangan. Yang diajarkan adalah akuntansi sederhana seperti mencatat uang yang masuk dan keluar. Seluruh anggota mendapat pelatihan itu, meski nanti yang menjadi petugas hanya beberapa orang. Sejak itu, LKMA resmi didirikan.

Supaya seperti bank betulan, para anggota juga sepakat menerbitkan saham untuk modal pendirian lembaga keuangan tersebut. Petani boleh membelinya. Para anggota langsung bergerak cepat melakukan sosialisasi saham. Satu lembar saham dihargai Rp 100 ribu. "Jangan tanya, sangat banyak yang masih bingung soal saham. Masak kertas begini harganya seratus ribu," ujarnya.

Sosialisasi dilakukan dalam rapat kelompok tani, masjid, sampai lampo (warung kopi, Red) yang memang banyak bertebaran di wilayah Agam. "Warung-warung kopi di daerah kami sering dijadikan tempat rapat. Orang-orang di DPR baru mulai rapat, di lampo kami sudah selesai bahas," tegasnya.

Setahun berdiri, banyak yang mulai merasakan manfaat bank petani tersebut. Yang utama adalah kemudahan mengakses modal. Petani yang membutuhkan dana bisa langsung meminjam. Termasuk untuk kebutuhan lain seperti biaya sekolah anak, biaya pernikahan, hingga membeli kendaraan.

Manfaat lain adalah mengatasi pengangguran anak-anak petani lulusan SMA. Di antara mereka banyak yang direkrut menjadi karyawan LKMA. Rata-rata tiap LKMA memiliki lima karyawan. Dengan lebih dari 200 LKMA di Sumbar, cukup lumayan tenaga kerja yang tertampung. Banyak juga karyawan yang bisa melanjutkan kuliah dengan meminjam uang dari LKMA dan membayar cicilan pinjaman dari gaji mereka.

Di sisi pendidikan, para petani serta anggota menjadi tahu cara mengelola lembaga keuangan karena semua diikutkan training saat awal pembentukan. LKMA juga menjadi sarana penyebaran informasi terkait pertanian dengan cara mengorganisasi petani guna mengikuti training pertanian.

Meski demikian, ada pula kendala yang harus dihadapi Masril. Terutama dalam membangun rasa percaya diri para petani. Awalnya, mereka merasa tidak mampu untuk membuat serta mengelola lembaga keuangan untuk diri sendiri. "Perlu beberapa kali pertemuan untuk memotivasi mereka."

Selain itu, ketika lembaga telah terbentuk dan berjalan dengan baik, kerap terjadi gesekan antaranggota. Ada yang ingin menjadi pengurus, pengelola, dan sebagainya. Hal tersebut diatasi dengan pengaturan yang tegas soal pengurus, pengelola, serta badan pengawas. "Pengurus adalah wakil pemilik saham, pengelola adalah anak-anak para petani. Sementara itu, badan pengawas diambilkan dari tokoh masyarakat setempat," jelas Masril.

Sebagai nasabah, petani juga tak selamanya tertib. Ada saja yang berulah nakal seperti menunggak bayar kredit. Mengingatkan mereka, kata Masril, tak gampang. Selalu ada saja alasan untuk berkelit. Tapi, dia tak kurang akal. Layaknya bank resmi, yang berulah mendapat surat teguran. "Suratnya diketik seperti surat-surat dari bank. Karena harus hemat, surat teguran dibuat dari satu kertas folio dibagi empat," ujarnya.

Langkah itu ampuh" Ternyata tidak selalu. Banyak yang masih membangkang. Bila sudah sampai tahap itu, Masril terpaksa menggunakan jurus andalan. Dia mencatat nama-nama nasabah bandel, lalu mengumumkannya melalui pengeras suara masjid. "Biasanya, kalau sudah diumumkan di masjid, malu dia," tegasnya.

Dengan keberhasilan tersebut, ide itu diadopsi Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi program nasional dengan mencanangkan pembentukan 10 ribu lembaga keuangan pertanian di seluruh Indonesia. "Saya yang bukan orang sekolahan diundang tim menteri pertanian untuk mendiskusikan hal itu di Jakarta dan Padang," ungkap Masril mengenang.
 
Melalui program pengembangan usaha agrobisnis pedesaan (PUAP), akhirnya Kementan mengucurkan bantuan pembentukan LKMA melalui gabungan kelompok tani (gapoktan) sebesar Rp 100 juta per unit. Dana tersebut diambilkan dari program PMPN Mandiri di bidang pertanian.
 
Masril saat ini sering tidak sempat mengurus kebun, sawah, dan ternaknya. Dia disibukkan oleh tugas sebagai motivator pembentukan dan pengelolaan bank-bank petani di berbagai daerah di Sumbar. Di Sumbar, berdiri 208 unit LKMA yang sampai sekarang berjalan dengan baik. Di luar itu, masih ada 50 unit LKMA yang didirikan dengan modal swadaya para petani. "LKMA terkecil saat ini beraset Rp 200 juta, sedangkan yang terbesar mencapai Rp 2 miliar," kata Masril.

Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Jawa Barat, Bengkulu, dan Bali bahkan mengundang Masril untuk berbagi cerita tentang pengelolaan LKMA. "Banyak juga undangan langsung dari petani," ujarnya.

Bank Indonesia Sumbar juga mengundang Masril untuk memberikan training kepada karyawan lembaga keuangan mikro (LKM) tentang pendekatan baru dalam melayani nasabah. Dia merasa bangga idenya berjalan baik dan dapat membantu para petani.

Tapi, di benaknya masih banyak ide lain yang ingin direalisasikan. Di antaranya, membuat asuransi dan dana pensiun untuk para petani. Masril juga ingin membuat skim khusus pembiayaan untuk pertanian organik. (*/c5/dos)

[ Read More.. ]

Rabu, 18 April 2012

hari informasi untuk mempromosikan pertanian biologis


hari  informasi untuk mempromosikan pertanian biologis

Selandia Baru Biologi Pertanian System Research Centre adalah lembaga yang  mengorganisir hari informasi untuk mempromosikan pertanian biologis untuk petani di wilayah Teluk Plenty.


Pertanian biologis adalah pendekatan holistik untuk memodifikasi dan memperbaiki kondisi tanah untuk mikroba bermanfaat untuk meningkatkan aktivitas mikroba tanah yang membantu kecepatan siklus nutrisi, dan membangun kembali keseimbangan mineral dalam tanah.


Agenda Dr Guna Magesan mengatakan pertanian biologis bukan pertanian organik, atau pertanian konvensional.


"Ini adalah campuran dari praktek pertanian konvensional dan organik yang melibatkan tanaman dan pemantauan tanah untuk memastikan hasil yang optimal, kepadatan nutrisi dan produksi humus. Sementara pertanian organik dianggap terlalu membatasi, karena menetapkan sendiri aturan dan pedoman, pertanian biologis dianggap lebih ramah pengguna, fleksibel dan mudah beradaptasi, "kata Dr Magesan.


Hari informasi gratis akan diselenggarakan pada Kamis, Mei 3, 2012 di Ngongotaha Community Hall (5 School Road, Ngongotaha, Rotorua) dari 9.30 pagi sampai 14:30.


Ketua Dewan John Cronin Daerah  Bay of Plenty akan membuka hari informasi dari perspektif Dewan Daerah. Bay of Plenty Daerah Dewan Penasihat Pertanian Berkelanjutan John Paterson di akan berbicara pada acara tersebut "Apa yang akan terlihat pertanian berkelanjutan seperti di masa depan?" Dalam sesi "Apa yang diingkan Petani "


Dua petani biologis dari Reporoa dan Edgecumbe juga akan berbicara dalam sesi ini.Sesi petani ini akan dipimpin oleh Gifford McFadden, seorang Dewan dan Kepala Proyek penelitian sistem pertanian biologi.


Salah satu yang menarik dari hari ini Informasi adalah Group Discussion oleh peserta

untuk menjawab pertanyaan kunci berikut:
• Pertanyaan 1: Apa lagi yang Anda ingin tahu tentang pertanian biologis?
• Pertanyaan 2: Apakah Anda mengadopsi pertanian biologis?
• Pertanyaan 3: Apa yang akan menghentikan Anda mengadopsi pertanian biologis?

Salah satu pembicara kunci pada hari informasi adalah Dr Ravi Sangakkara, Chair dalam ilmu tanaman di Universitas Peradeniya di Sri Lanka. Dr Sangakkara akan berbicara pada "Teknologi Mikroba Efektif - Menggunakan teknik pertanian alam untuk secara positif meningkatkan dampak lingkungan dari pertanian". Dr Sangakkara adalah otoritas dunia pada mengintegrasikan teknologi mikroba ke dalam sistem pertanian biologis, untuk memberikan alami, biaya rendah, hasil yang berkelanjutan. Dr Sangakkara menyelesaikan gelar PhD di Massey University di tahun 1980 mengkhususkan diri dalam agronomi tanaman dan sistem produksi pangan.


Juru bicara Asosiasi Biologi Nicole Master Petani akan berbagi informasi pada karya ekstensi bahwa dia telah melakukan dengan berbagai petani.


"Semua dipersilakan untuk mendengar kisah sukses dari berbagai pembicara, dan menjadi bagian dari tren yang berkembang dalam pertanian berkelanjutan melalui sistem pertanian biologis," kata Gifford McFadden.


Pusat Penelitian Sistem Pertanian Biologi Selandia Baru adalah nama dagang dari Danau Rotorua dan Tanah Trust - perusahaan patungan antara Te Arawa Federasi Maori Otoritas dan Rotorua / Taupo Provinsi Federasi Petani.


[ Read More.. ]

Nilai Tukar Petani Aceh Naik Tipis


BANDA ACEH - Nasib petani di Provinsi Aceh masih jauh dari kesejahteraan, hal ini bisa dilihat dari perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP). 
NTP Aceh pada Februari 2012 tercatat 105,08 atau hanya tumbuh melambat yakni sebesar 0,07 persen dibanding NTP Januari 2012 yaitu 105,01. Pada bulan sama, inflasi pedesaan di Aceh juga tercatat 0,11 persen.

Kondisi NTP Aceh ini sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan pertumbuhan NTP Sumatera Selatan pada bulan yang sama. NTP Provinsi tersebut tercatat tumbuh 1,13 persen sekaligus menjadi Provinsi dengan kenaikan NTP terbesar di nusantara pada Februari 2012. 
"Pemerintah atau instansi terkait sepertinya harus lebih memperhatikan lagi sektor pertanian agar kesejahteraan petani semakin meningkat," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Syeh Suhaimi saat memaparkan berita resmi statistik pada pers di Banda Aceh, Kamis (1/2/2012).
NTP yang diperoleh dari indeks harga diterima terhadap yang dibayar petani, merupakan salah satu indikator melihat daya beli petani di pedesaan. Menurut Suhaimi, kenaikan 0,07 persen NTP disebabkan indeks harga diterima petani pada Februari 2012 naik sebesar 0,19 persen dibanding indeks harga dibayar petani yang hanya tumbuh 0,13 persen.
Pada Februari lalu ada tiga subsektor pertanian Aceh mengalami kenaikan yaitu tanaman pangan, tanaman perkebunan rakyat dan perikanan. Kenaikan tertinggi terjadi pada sub sektor tanaman pangan sebesar 1,19 persen. Sementara dua subsektor lain yaitu hortikultura dan peternakan mengalami penurunan masing-masing 1,27 dan 0,24 persen.

Inflasi Pedesaan
Naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pada Februari 2012 menyebabkan Provinsi Aceh mengalami inflasi pedesaan sebesar 0,11 persen. BPS Aceh merilis, IKRT Aceh pada Februari lalu menjadi 133,04 naik dari 132,89 pada bulan sebelumnya.
Ini terjadi karena naiknya harga barang dan jasa pada kelompok sandang, kesehatan, makanan jadi, transportasi dan komunikasi yang mencapai 0,26 hingga 0,47 persen. Sementara kelompok perumahan, pendidikan, rekreasi dan olahraga tercatat tutun sebesar 0,01 persen. (wdi)
sumber : http://economy.okezone.com


[ Read More.. ]

Kecamatan Kuta Blang Cental Pepaya Kabupaten Bireuen


Pepaya (carica papaya) merupakan tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Pepaya menyerupai palma, bunganya berwarna putih dan buahnya yang masak berwarna kuning kemerahan, rasanya seperti buah melon. Tinggi pohon pepaya dapat mencapai 8 sampai 10 meter dengan akar yang kuat. Helaian daunnya menyerupai telapak tangan manusia. Apabila daun pepaya tersebut dilipat menjadi dua bagian persis di tengah, akan nampak bahwa daun pepaya tersebut simetris. Rongga dalam pada buah pepaya berbentuk bintang apabila penampang buahnya dipoting melintang. Tanaman ini juga dibudidayakan di kebun-kebun luas karena buahnya yang segar dan bergizi.potensi papaya di kabupaten Bireuen terdapat di kecamatan Kuta Blang, petani di kecamatan tersebut umumnya menanam papaya sebagai tanaman sela di kebun maupun di pekarangan rumah, ada juga yang mengusahakan budidaya papaya secara khusus seperti yang dapat kita lihat di beberap desa dalam wailayah kecamatan kuta Blang, saat ini papaya memiliki potensi dengan harga yang menguntungkan, kebanyakan petani mengusahakan budidaya papaya madu. Kami lebih senang mengusahakan budidaya papaya madu karena di samping buahnya rasanya manis dan juga harga jualnya tinggi demikian di ungkapkan Tgk.Ahmad Petani Pepaya di kecamatan Kuta Blang. Potensi papaya ini belum di garap secara maksimal oleh pemerintah kabupaten Bireuen melalui Dinas Pertanian peternakan perkebunan dan kehutan kabupaten Bireuen. Apabila potensi ini di garap secara maksimal tentu akan dapat meningkatkan pendapatan petani dan menambah pendapatan asli daerah (PAD)
[ Read More.. ]

Selasa, 17 April 2012

Mengendalikan Penyakit CMV (Keriting pada Cabe)


Oleh : Ita Harmastuti
Penyakit keriting pada cabe sering ditandai dengan gejala: daun kecil, keriting, pucat bergaris, buah kecil, bengkok dan ringan. Penyakit semacam ini bisa dibilang cukup umum daan banyak sekali terjadi di Lapangan.
Penyebabnya adalah CMV (Cucumber Mosaic Virus). Vektornya/penyebabnya berupa Aphid dan Thrips (ngengat). Aphid memiliki mulut berupa alat tusuk dan hisap. Pada saat ia berada di permukaan daun,Aphid akan menghisap zat-zat dari daun, sehingga otomatis dia akan bisa menularkan penyakit (virus) dan memperbanyak diri dalam tanaman tersebut. Sedangkan Thrips bekerja dengan menusuk klorofil (zat hijau daun) yang sangat diperlukan dalam proses pembuatan zat makanan bagi tumbuhan. Akibatnya, daun menjadi pucat dan tidak dapat mensupply kebutuhan organ lain.
Tindakan kuratif yang dapat kita lakukan adalah mmenyemprotnya dengan insektisida.
Dosis, konsentrasi, dan volume :
-Untuk Cabe Dewasa
-Dosis: 1 liter Curacron 500 EEC per ha.
-Konsentraasi: 2 ml per liter air, dan volume semprot 500 liter per ha.
Cara semprot: merata dan menyeluruh pada tanaman. Kabut semprotan harus halus sehingga mengenai setiap titik pada tumbuhan, sehingga hasil yang dicapai dapat lebih optimal.
Masa penyemprotan: Jika pada masa persemaian diserang hama, harus disemprot sejak dini. Sehari sebelum pindah, tanaman hendaknya disemprot lagi karena diharapkan tanaman akan terlindung dari serangan hama pada minggu-minggu pertama setelah anak semai dipindah ke lapangan. Di lapangan penyemprotan dilakukan seminggu atau 2 minggu sekali, dan dihentikan 2 minggu sebelum pemehkan/panen, agar zat aktif dalam insektisida tidak lagi bekerja, dan produksi cabe dapat dikonsummsi dengan aman.

[ Read More.. ]

Jumat, 13 April 2012

Budidaya Seledri di Pekarangan Rumah



Seledri (Apium graveolens L. Dulce) termasuk dalam famili Umbelliferae dan merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak digunakan untuk penyedap dan penghias hidangan. Biji seledri juga digunakan sebagai bumbu dan penyedap dan ekstrak minyak bijinya berkhasiat sebagai obat. Apiin (apigenin 7– apiosilglukosida) adalah glukosida penghasil aroma daun seledri dan umbi celeriac. Tanaman seledri dapat dibagi menjadi seledri tangkai, seledri umbi dan seledri daun.

.

Teknis Budidaya
1.   Persiapan Persemaian
Benih seledri disemai dulu di persemaian. Perkecambahan seledri berlangsung sangat lambat dan memerlukan waktu antara 7–12 hari. Benih seledri ditanam dangkal untuk mempercepat pertumbuhan kecambah. Setelah tanaman berumur 2 bulan, tanaman seledri bisa dipindahkan ke lapangan. Keuntungan persemaian adalah kondisi tanaman lebih sempurna, jarak tanam yang seragam, dapat mengurangi masukan input produksi seperti pemupukan, irigasi, dan pengendalian OPT serta gulma.

2.   Pengolahan Lahan
Tanah dicangkul sampai gembur kemudian dibuat lubang-lubang tanam dengan jarak tanam 50-70  cm (antar barisan) x 12-20 cm (dalam barisan). Jumlah seledri di lapangan umumnya berkisar antara 50 ribu-100 ribu tanaman per hektar.   Bila pH tanah kurang dari 5,5 dilakukan pengapuran menggunakan Kaptan/Dolomit dengan dosis 1,5 ton/ha, dan diaplikasikan 3-4 minggu sebelum tanam. untuk budaya di lahan pekarangan rumah yang sempit kita juga bisa menggunakan teknik budidya system vertikultul

3.   Pemupukan
Seledri membutuhkan zat hara dalam jumlah banyak, khususnya nitrogen, yang diperlukan untuk produksi biomassa yang besar. Karena itu untuk produksi seledri diperlukan  tanah yang sangat subur. Untuk budidaya seledri diperlukan  pupuk kandang sebanyak 20–30 ton/ha ditambah dengan N 300 kg, P 75 kg dan K  250 kg per hektar.

4.   Pemeliharaan
Gulma harus segera ditangani pada seledri yang ditanam dengan cara benih langsung karena pertumbuhan kecambahnya sangat lambat, sehingga kadang pertumbuhan awalnya tidak mampu bersaing dengan gulma.

5.   Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
OPT yang menyerang tanaman seledri antara lain lalat pengorok daun, bercak daun bakteri, busuk lunak bakteri, penyakit fusarium, penyakit hawar serkospora, rebah kecambah, busuk akar, dan berbagai macam virus. Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada OPT yang menyerang. Apabila diperlukan pestisida, gunakan pestisida yang aman sesuai kebutuhan dengan dosis yang sesuai petunjuk.

6.   Panen dan Pascapanen
Tanaman seledri yang di tanam secara langsung tanpa melalui pesemaian dapat dipanen pada umur 160–180 hari, sedangkan seledri yang ditanam dari persemaian biasanya di panen pada umur 90–125 hari. Tanaman seledri biasanya dipanen ketika sebagian besar tanaman dianggap telah mencapai fase layak jual, tetapi ukuran yang agak beragam tidak dapat dihindari. Penundaan panen dapat menyebabkan sebagian tanaman menjadi bergabus, sedangkan panen yang terlalu dini berakibat sedikitnya tangkai daun yang berukuran besar. Panen dilakukan dengan cara dicabut. Seledri daun memiliki musim tanam yang lebih pendek, dan panen dapat dilakukan berulang kali jika daun dipotong cukup tinggi di atas permukaan tanah untuk memungkinkan pertumbuhan kembali daun baru. Produksi seledri dapat mencapai 40–70 ton/ha



[ Read More.. ]
x

join to my fans at facebook