Harga Kebutuhan Pokok Pekan ini di Seputaran Pasar Bireuen : Beras Rp.........Minyak Goreng Rp.......Gula Pasir Rp.........Cabe Merah Rp.........Bawang Merah Rp........Bawang Putih Rp...........

Rabu, 18 April 2012

hari informasi untuk mempromosikan pertanian biologis


hari  informasi untuk mempromosikan pertanian biologis

Selandia Baru Biologi Pertanian System Research Centre adalah lembaga yang  mengorganisir hari informasi untuk mempromosikan pertanian biologis untuk petani di wilayah Teluk Plenty.


Pertanian biologis adalah pendekatan holistik untuk memodifikasi dan memperbaiki kondisi tanah untuk mikroba bermanfaat untuk meningkatkan aktivitas mikroba tanah yang membantu kecepatan siklus nutrisi, dan membangun kembali keseimbangan mineral dalam tanah.


Agenda Dr Guna Magesan mengatakan pertanian biologis bukan pertanian organik, atau pertanian konvensional.


"Ini adalah campuran dari praktek pertanian konvensional dan organik yang melibatkan tanaman dan pemantauan tanah untuk memastikan hasil yang optimal, kepadatan nutrisi dan produksi humus. Sementara pertanian organik dianggap terlalu membatasi, karena menetapkan sendiri aturan dan pedoman, pertanian biologis dianggap lebih ramah pengguna, fleksibel dan mudah beradaptasi, "kata Dr Magesan.


Hari informasi gratis akan diselenggarakan pada Kamis, Mei 3, 2012 di Ngongotaha Community Hall (5 School Road, Ngongotaha, Rotorua) dari 9.30 pagi sampai 14:30.


Ketua Dewan John Cronin Daerah  Bay of Plenty akan membuka hari informasi dari perspektif Dewan Daerah. Bay of Plenty Daerah Dewan Penasihat Pertanian Berkelanjutan John Paterson di akan berbicara pada acara tersebut "Apa yang akan terlihat pertanian berkelanjutan seperti di masa depan?" Dalam sesi "Apa yang diingkan Petani "


Dua petani biologis dari Reporoa dan Edgecumbe juga akan berbicara dalam sesi ini.Sesi petani ini akan dipimpin oleh Gifford McFadden, seorang Dewan dan Kepala Proyek penelitian sistem pertanian biologi.


Salah satu yang menarik dari hari ini Informasi adalah Group Discussion oleh peserta

untuk menjawab pertanyaan kunci berikut:
• Pertanyaan 1: Apa lagi yang Anda ingin tahu tentang pertanian biologis?
• Pertanyaan 2: Apakah Anda mengadopsi pertanian biologis?
• Pertanyaan 3: Apa yang akan menghentikan Anda mengadopsi pertanian biologis?

Salah satu pembicara kunci pada hari informasi adalah Dr Ravi Sangakkara, Chair dalam ilmu tanaman di Universitas Peradeniya di Sri Lanka. Dr Sangakkara akan berbicara pada "Teknologi Mikroba Efektif - Menggunakan teknik pertanian alam untuk secara positif meningkatkan dampak lingkungan dari pertanian". Dr Sangakkara adalah otoritas dunia pada mengintegrasikan teknologi mikroba ke dalam sistem pertanian biologis, untuk memberikan alami, biaya rendah, hasil yang berkelanjutan. Dr Sangakkara menyelesaikan gelar PhD di Massey University di tahun 1980 mengkhususkan diri dalam agronomi tanaman dan sistem produksi pangan.


Juru bicara Asosiasi Biologi Nicole Master Petani akan berbagi informasi pada karya ekstensi bahwa dia telah melakukan dengan berbagai petani.


"Semua dipersilakan untuk mendengar kisah sukses dari berbagai pembicara, dan menjadi bagian dari tren yang berkembang dalam pertanian berkelanjutan melalui sistem pertanian biologis," kata Gifford McFadden.


Pusat Penelitian Sistem Pertanian Biologi Selandia Baru adalah nama dagang dari Danau Rotorua dan Tanah Trust - perusahaan patungan antara Te Arawa Federasi Maori Otoritas dan Rotorua / Taupo Provinsi Federasi Petani.


[ Read More.. ]

Nilai Tukar Petani Aceh Naik Tipis


BANDA ACEH - Nasib petani di Provinsi Aceh masih jauh dari kesejahteraan, hal ini bisa dilihat dari perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP). 
NTP Aceh pada Februari 2012 tercatat 105,08 atau hanya tumbuh melambat yakni sebesar 0,07 persen dibanding NTP Januari 2012 yaitu 105,01. Pada bulan sama, inflasi pedesaan di Aceh juga tercatat 0,11 persen.

Kondisi NTP Aceh ini sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan pertumbuhan NTP Sumatera Selatan pada bulan yang sama. NTP Provinsi tersebut tercatat tumbuh 1,13 persen sekaligus menjadi Provinsi dengan kenaikan NTP terbesar di nusantara pada Februari 2012. 
"Pemerintah atau instansi terkait sepertinya harus lebih memperhatikan lagi sektor pertanian agar kesejahteraan petani semakin meningkat," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Syeh Suhaimi saat memaparkan berita resmi statistik pada pers di Banda Aceh, Kamis (1/2/2012).
NTP yang diperoleh dari indeks harga diterima terhadap yang dibayar petani, merupakan salah satu indikator melihat daya beli petani di pedesaan. Menurut Suhaimi, kenaikan 0,07 persen NTP disebabkan indeks harga diterima petani pada Februari 2012 naik sebesar 0,19 persen dibanding indeks harga dibayar petani yang hanya tumbuh 0,13 persen.
Pada Februari lalu ada tiga subsektor pertanian Aceh mengalami kenaikan yaitu tanaman pangan, tanaman perkebunan rakyat dan perikanan. Kenaikan tertinggi terjadi pada sub sektor tanaman pangan sebesar 1,19 persen. Sementara dua subsektor lain yaitu hortikultura dan peternakan mengalami penurunan masing-masing 1,27 dan 0,24 persen.

Inflasi Pedesaan
Naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pada Februari 2012 menyebabkan Provinsi Aceh mengalami inflasi pedesaan sebesar 0,11 persen. BPS Aceh merilis, IKRT Aceh pada Februari lalu menjadi 133,04 naik dari 132,89 pada bulan sebelumnya.
Ini terjadi karena naiknya harga barang dan jasa pada kelompok sandang, kesehatan, makanan jadi, transportasi dan komunikasi yang mencapai 0,26 hingga 0,47 persen. Sementara kelompok perumahan, pendidikan, rekreasi dan olahraga tercatat tutun sebesar 0,01 persen. (wdi)
sumber : http://economy.okezone.com


[ Read More.. ]

Kecamatan Kuta Blang Cental Pepaya Kabupaten Bireuen


Pepaya (carica papaya) merupakan tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Pepaya menyerupai palma, bunganya berwarna putih dan buahnya yang masak berwarna kuning kemerahan, rasanya seperti buah melon. Tinggi pohon pepaya dapat mencapai 8 sampai 10 meter dengan akar yang kuat. Helaian daunnya menyerupai telapak tangan manusia. Apabila daun pepaya tersebut dilipat menjadi dua bagian persis di tengah, akan nampak bahwa daun pepaya tersebut simetris. Rongga dalam pada buah pepaya berbentuk bintang apabila penampang buahnya dipoting melintang. Tanaman ini juga dibudidayakan di kebun-kebun luas karena buahnya yang segar dan bergizi.potensi papaya di kabupaten Bireuen terdapat di kecamatan Kuta Blang, petani di kecamatan tersebut umumnya menanam papaya sebagai tanaman sela di kebun maupun di pekarangan rumah, ada juga yang mengusahakan budidaya papaya secara khusus seperti yang dapat kita lihat di beberap desa dalam wailayah kecamatan kuta Blang, saat ini papaya memiliki potensi dengan harga yang menguntungkan, kebanyakan petani mengusahakan budidaya papaya madu. Kami lebih senang mengusahakan budidaya papaya madu karena di samping buahnya rasanya manis dan juga harga jualnya tinggi demikian di ungkapkan Tgk.Ahmad Petani Pepaya di kecamatan Kuta Blang. Potensi papaya ini belum di garap secara maksimal oleh pemerintah kabupaten Bireuen melalui Dinas Pertanian peternakan perkebunan dan kehutan kabupaten Bireuen. Apabila potensi ini di garap secara maksimal tentu akan dapat meningkatkan pendapatan petani dan menambah pendapatan asli daerah (PAD)
[ Read More.. ]

Selasa, 17 April 2012

Mengendalikan Penyakit CMV (Keriting pada Cabe)


Oleh : Ita Harmastuti
Penyakit keriting pada cabe sering ditandai dengan gejala: daun kecil, keriting, pucat bergaris, buah kecil, bengkok dan ringan. Penyakit semacam ini bisa dibilang cukup umum daan banyak sekali terjadi di Lapangan.
Penyebabnya adalah CMV (Cucumber Mosaic Virus). Vektornya/penyebabnya berupa Aphid dan Thrips (ngengat). Aphid memiliki mulut berupa alat tusuk dan hisap. Pada saat ia berada di permukaan daun,Aphid akan menghisap zat-zat dari daun, sehingga otomatis dia akan bisa menularkan penyakit (virus) dan memperbanyak diri dalam tanaman tersebut. Sedangkan Thrips bekerja dengan menusuk klorofil (zat hijau daun) yang sangat diperlukan dalam proses pembuatan zat makanan bagi tumbuhan. Akibatnya, daun menjadi pucat dan tidak dapat mensupply kebutuhan organ lain.
Tindakan kuratif yang dapat kita lakukan adalah mmenyemprotnya dengan insektisida.
Dosis, konsentrasi, dan volume :
-Untuk Cabe Dewasa
-Dosis: 1 liter Curacron 500 EEC per ha.
-Konsentraasi: 2 ml per liter air, dan volume semprot 500 liter per ha.
Cara semprot: merata dan menyeluruh pada tanaman. Kabut semprotan harus halus sehingga mengenai setiap titik pada tumbuhan, sehingga hasil yang dicapai dapat lebih optimal.
Masa penyemprotan: Jika pada masa persemaian diserang hama, harus disemprot sejak dini. Sehari sebelum pindah, tanaman hendaknya disemprot lagi karena diharapkan tanaman akan terlindung dari serangan hama pada minggu-minggu pertama setelah anak semai dipindah ke lapangan. Di lapangan penyemprotan dilakukan seminggu atau 2 minggu sekali, dan dihentikan 2 minggu sebelum pemehkan/panen, agar zat aktif dalam insektisida tidak lagi bekerja, dan produksi cabe dapat dikonsummsi dengan aman.

[ Read More.. ]

Jumat, 13 April 2012

Budidaya Seledri di Pekarangan Rumah



Seledri (Apium graveolens L. Dulce) termasuk dalam famili Umbelliferae dan merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak digunakan untuk penyedap dan penghias hidangan. Biji seledri juga digunakan sebagai bumbu dan penyedap dan ekstrak minyak bijinya berkhasiat sebagai obat. Apiin (apigenin 7– apiosilglukosida) adalah glukosida penghasil aroma daun seledri dan umbi celeriac. Tanaman seledri dapat dibagi menjadi seledri tangkai, seledri umbi dan seledri daun.

.

Teknis Budidaya
1.   Persiapan Persemaian
Benih seledri disemai dulu di persemaian. Perkecambahan seledri berlangsung sangat lambat dan memerlukan waktu antara 7–12 hari. Benih seledri ditanam dangkal untuk mempercepat pertumbuhan kecambah. Setelah tanaman berumur 2 bulan, tanaman seledri bisa dipindahkan ke lapangan. Keuntungan persemaian adalah kondisi tanaman lebih sempurna, jarak tanam yang seragam, dapat mengurangi masukan input produksi seperti pemupukan, irigasi, dan pengendalian OPT serta gulma.

2.   Pengolahan Lahan
Tanah dicangkul sampai gembur kemudian dibuat lubang-lubang tanam dengan jarak tanam 50-70  cm (antar barisan) x 12-20 cm (dalam barisan). Jumlah seledri di lapangan umumnya berkisar antara 50 ribu-100 ribu tanaman per hektar.   Bila pH tanah kurang dari 5,5 dilakukan pengapuran menggunakan Kaptan/Dolomit dengan dosis 1,5 ton/ha, dan diaplikasikan 3-4 minggu sebelum tanam. untuk budaya di lahan pekarangan rumah yang sempit kita juga bisa menggunakan teknik budidya system vertikultul

3.   Pemupukan
Seledri membutuhkan zat hara dalam jumlah banyak, khususnya nitrogen, yang diperlukan untuk produksi biomassa yang besar. Karena itu untuk produksi seledri diperlukan  tanah yang sangat subur. Untuk budidaya seledri diperlukan  pupuk kandang sebanyak 20–30 ton/ha ditambah dengan N 300 kg, P 75 kg dan K  250 kg per hektar.

4.   Pemeliharaan
Gulma harus segera ditangani pada seledri yang ditanam dengan cara benih langsung karena pertumbuhan kecambahnya sangat lambat, sehingga kadang pertumbuhan awalnya tidak mampu bersaing dengan gulma.

5.   Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
OPT yang menyerang tanaman seledri antara lain lalat pengorok daun, bercak daun bakteri, busuk lunak bakteri, penyakit fusarium, penyakit hawar serkospora, rebah kecambah, busuk akar, dan berbagai macam virus. Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada OPT yang menyerang. Apabila diperlukan pestisida, gunakan pestisida yang aman sesuai kebutuhan dengan dosis yang sesuai petunjuk.

6.   Panen dan Pascapanen
Tanaman seledri yang di tanam secara langsung tanpa melalui pesemaian dapat dipanen pada umur 160–180 hari, sedangkan seledri yang ditanam dari persemaian biasanya di panen pada umur 90–125 hari. Tanaman seledri biasanya dipanen ketika sebagian besar tanaman dianggap telah mencapai fase layak jual, tetapi ukuran yang agak beragam tidak dapat dihindari. Penundaan panen dapat menyebabkan sebagian tanaman menjadi bergabus, sedangkan panen yang terlalu dini berakibat sedikitnya tangkai daun yang berukuran besar. Panen dilakukan dengan cara dicabut. Seledri daun memiliki musim tanam yang lebih pendek, dan panen dapat dilakukan berulang kali jika daun dipotong cukup tinggi di atas permukaan tanah untuk memungkinkan pertumbuhan kembali daun baru. Produksi seledri dapat mencapai 40–70 ton/ha



[ Read More.. ]

Budidaya Semangka


Buah semangka adalah merupakan buah segar yang sangat digemari oleh semua golongan umur (orang dewasa / anak-anak) yang dapat dimakan langsung (sering juga disebut buah meja).

Buah semangka yang rasanya manis banyak mengandung Vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dan juga semangka banyak mengandung air sebagai pelepas dahaga.Donload File

[ Read More.. ]

Kamis, 12 April 2012

Me’urup, Budaya Gotong Royong Petani di Aceh


 Oleh : Arsyadi THL TBPP Kab.Bireuen
Me’urup sebuah kata yang memang terasa asing dalam kosa kata kita. Namun pengertian dari Me’urup ini tidak lain adalah tradisi gotong royong petani di Aceh, tradisi Me’urup sudah berlangsung cukup lama dalam kehidupan petani di Aceh. Me’urup dapat diartikan sebagai bentuk kerja bergilir dari kebun ke kebun petani atau dari sawah ke sawah. Misalnya kebun petani A akan dikerjakan secara bersama-sama dengan sesama petani lainnya. Demikian juga nantinya akan bergilir sampai semua petani yang tergabung dalam kelompok Me’urup itu terkena giliran. Setelah selesai satu putaran maka akan dilanjutkan pada putaran berikutnya dan terus berulang-ulang. Adapun macam kegiatan yang dilakukan di kebun mulai dari kegiatan menanam , panen, meumpoe (membersihkan gulma), membuat terassering, bahkan sampai memikul hasil panen ke rumah petani. Pada prakteknya di lapangan  yang temui kegiatan Me’urup  ini tidak hanya dilakukan di dalam sebuah hamparan lahan pertanian tapi bisa juga dalam kegiatan ada juga dalam kegiatan lain khususnya dalam kegiatan social kemasyarakatan.
Proses Me’urup  ini dilakukan melalui proses musyawarah petani. Dalam musyawarah tersebut diawali dengan penentuan anggota yang masuk dalam kelompok tersebut. Biasanya penentuan berdasarkan kedekatan tempat tinggal. Ini didasari kedekatan kekerabatan antara petani yang tergabung di dalamnya. Kemudian setelah penentuan anggota yang tergabung, dilanjutkan dengan penentuan kebun yang pertama kali yang akan dikerjakan bersama-sama. Penentuan kebun berikutnya dilakukan setelah kebun pertama selesai dilakukan Me’urup. Demikian proses Me’urup ini berjalan sampai nantinya semua petani yang tergabung mendapat giliran masing-masing. Namun terkadang ada juga pemilik kebun yang mengundang semua kelompok-kelompok yang ada di kampung untuk membantu pemilik kebun untuk menyelesaikan pekerjaannya
Dari beberapa kali kegiatan Me’urup yang penulis ikuti ada hal-hal menarik pada saat bersama-sama di satu hamparan kebun. Biasanya pada saat bekerja bersama, petani saling bercerita tentang hal-hal yang terjadi di keluarga, di desa dan ditambah dengan gurau-gurau kecil. Dan proses bekerja di kebun ini kadang diselingi dengan acara pajoh Ranup (makan sirih) dan bincang-bincang di tengah hamparan kebun. Istirahat ini biasanya dikomandoi oleh pemilik kebun. Pada saat tengah hari , semua kerja di kebun berhenti untuk istirahat dan berkumpul di pondok untuk makan. Masing-masing petani yang membawa bekal mulai membuka bawaannya dan meletakkan di atas tikar. Biasanya pemilik kebun juga menyediakan makanan untuk petani yang datang. Di atas tikar akan terlihat macam ragam makanan, mulai dari nasi putih, deughok (jenis kue yang terbuat dari Sagu yang di campur pisang), nasi gurih dan campuran kacang-kacangan terkadang ditambah dengan santan kelapa). Sayur-sayuran yang diambil dari kebun tersebut dan biasanya lauk yang tidak pernah ketinggalan dalam tradisi Me’urup adalah Gulee Plik di tambah ikan asin bakar Hidangan sederhana namun menambah nafsu makan ini paling di gemari oleh masyarakat aceh .Suasana kebun dan kebersamaan yang membuat semua orang yang bekerja lahap untuk menyantap sajian yang terletak di atas tikar. Setelah selesai makan semua masih beristirahat, biasanya sampai jam 14.00 siang. Selanjutnya mulai lagi bekerja di hamparan kebun bersama-sama sampai jam 17.00 sore. Biasanya setelah selesai bekerja, pemilik kebun memberikan buah tangan kepada orang-orang yang bekerja dikebunnya. Buah tangan ini biasanya apa yang ada dikebunnya; misalnya buah labu kuning, ubi kayu, daun singkong, pisang dan lain-lain. Kadang-kadang orang yang ikut bekerja mengambil sendiri. Demikian proses Me’urup satu hari di satu kebun petani, hal ini akan berulang sama di kebun yang selanjutnya namun tergantung pada pekerjaan yang akan dilakukan.
Sepintas lalu memang kegiatan Me’urup ini sudah hampir punah di Aceh. Hantaman budaya induvidual yang berhembus dari barat mulai mengikis budaya solidaritas yang sebenarnya sudah ditanam dari leluhur bangsa ini dan oleh para pendiri bangsa ini. Budaya individual ini tidak hanya menghantam wilayah-wilayah perkotaan bahkan juga mulai menjajah wilayah pelosok sekalipun dengan bahasa-bahasa iklan yang terselebung bingkisan kebaikan. Bahasa-bahasa iklan yang hampir setiap saat terkumandang dari mulut-mulut yang tersuap oleh para pemilik modal dan kuasa dan mencuci otak hampir semua manusia untuk bertindak secara individual. Dan ini akan terus-menerus berkumandang dan menembus lorong-lorong yang terjauh dalam kumpulan manusia.
Ada beberapa pelajaran yang menarik yang dapat ditarik dari kegiatan Me’urup ini. Solidaritas dari sesama masyarakat petani akan mempermudah, meringankan setiap kerja-kerja yang dilakukan. Dampak lain adalah semakin menambah semangat kerja dan semangat kekeluargaan. Apabila ini dikerjakan secara berkelanjutan maka akan menjadi sebuah gerakan besar untuk mengantisipasi gelombang-gelombang individualistis dalam komunitas pedesaan.

[ Read More.. ]
x

join to my fans at facebook