Harga Kebutuhan Pokok Pekan ini di Seputaran Pasar Bireuen : Beras Rp.........Minyak Goreng Rp.......Gula Pasir Rp.........Cabe Merah Rp.........Bawang Merah Rp........Bawang Putih Rp...........

Jumat, 25 Juli 2014

SANGAK BAK REUDOK


Tamsilam Sangat bak reudok adalah seseorang atau sekelompok orang mengharap sesuatu tanpa kejelasan kapan itu tiba (Mengharap sesuatu yang tidak pasti) Ketika semua Darut sudah mulai menikmati nikmatnya THR (Tunjangan Hari Raya) di tambah gaji yang dipercepat, ada juga sebagian dari mereka yang lagi asyik membelanjakan uangnya  dari Tunjangan Prestasi (TPK), Biaya Operasional (BOP), Gaji 13 dan di tambah lagi rezeki sisa proyek tahun lalu. Maka Darut Kleng harus berpuas diri menikmati lebaran dengan sisa gaji bulan lalu.
Darut Kleng adalah pasukan yang di rekrut oleh kerajaan pusat untuk diperbantukan kepada kerajaan – kerajaan kecil di seluruh seantero negeri. Dalam kesehariannya bekerja Darut Kleng termasuk pasukan yang paling aktif dilapangan. Dalam operasi menyukseskan misi raja dari kerjaan pusat di samping ada Darut Kleng ada juga Pasukan yang namanya Darut Canggang. Kedua Darut ini memiliki beban kerja yang sama yaitu mensukseskan ketersediaan pangan untuk seluruh negeri tetapi dalam menjalan misi raja tersebut Darut Kleng dan Darut Canggang mendapat fasilitas yang sangat jauh berbeda dari sang raja.
Ketika darut kleng protes hal tersebut maka sang raja menjelaskan bahwa sang Darut Kleng masih Junior sedangkan darut canggang sudah senior. Ketika menjalankan misi ternyata Darut Kleng lebih aktif ketimbang dengan Darut Canggang, Darut Kleng telah mampu terbang dan melakukan loncatan – loncatan besar, sedangkan Darut Canggang hanya mampu terbang dan melakukan maneuver maju – mundur.
Suatu saat di penghujung Bulan Ramadhan Anak dan Istri Darut Kleng telah mengharap sesuatu yang bisa di bawa pulang oleh Darut kleng untuk persiapan lebaran nanti. Pada hal kala itu Darut Kleng Masih berada disuatu kampung di Pinngiran Hutan dalam misi menyampaikan titah raja, ketika Darut kleng hendak pulang Darut melihat Kelangit disana sudah mulai bergumpal awan hitam pertanda reudok akan mulai. Darut kleng tidak berani pulang karena jalan yang dilalui Darut Kleng harus menyebrangi sungai. Dalam hati darut kleng saya hanya bisa sangak bak reudok…..
Ketika cuaca mulai bersahabat sang darut kleng memberanikan diri pulang dengan hati – hati. Darut kleng mempercepat langkah untuk pulang ke Posko Barak Pasukan. Darut Kleng berharap ada sesuatu yang di kasih oleh Komandan Pasukan Darut. Sesampai di Posko Darut kleng tidak menemui Komandannya, Darut Kleng hanya menemui 2 temannya yang sama – sama darut kleng, kata sang teman kita tidak ada apa – apa hari ini, pupus sudah harapan Darut Kleng, Sekali Lagi Darut Kleng Hanya bisa Sangat Bak Reudok.
[ Read More.. ]

Kamis, 24 Juli 2014

Cara Memperbanyak Jamur Trichoderma, SP Skala Petani

Potensi jamur Trichoderma, SP sebagai agensi pengendali hayati sudah tidak terbantahkan. Beberapa penyakit tanaman sudah dapat dikendalikan dengan aplikasi jamur Trichoderma, SP diantara adalah busuk pangkal batang pada tanaman panili yang disebabka oleh jamur Fusarium, SP Jamur Akar Putih (JAP) yang menyerang tanaman tanaman lada dan karet dan beberapa penyakit terbawa tanah (soil borne) lainya.
Potensi jamur Trichoderma sebagai jamur antogonis yang bersifat preventif terhadap serangan penyakit tanaman telah menjadikan jamur tersebut semakin luas  digunakan oleh petani daalam usaha pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). disamping karakternya sebagai antagonis diketahui pula bahwa Trichoderma, SP Juga berfungsi sebagai decomposer dalam pembuata pupuk organik. Aplikasi jamur Trichoderma pada pembibitan tanaman guna mengantisipasi serangan OPT sedini mungkin membuktikan bahwa tingkat kesadaran petani akan arti penting perlindungan preventif perlahan telah tumbuh.
            Penggunaan jamur Trichoderma secara luas dalam usaha pengendalian OPT perlu disebarluaskan lebih lanjut agar petani – petani Idonesia dapat memproduksi jamur Trichoderma secara mandiri. Diharapkan setelah mengetahui langkah – langkah perbanyakan massal jamur Trichoderma, petani dapat mempraktekkan dan mengaplikasikannya.
            Berikut dijelaskan langkah – langkah perbanyak massal jamur Trichoderma yang dengan mudah dilakukan oleh petani.
Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk perbanyak massal jamur Trichoderma adalah :
Alat :
1.      Dandang Sabluk
2.      Kompor Gas/ Kompor Minyak
3.      Bak Plastik
4.      Plastik Meteran (Dijual dalam bentuk lembaran)
5.      Entong Kayu

Bahan :
1.      Sekam
2.      Bekatul (dedak)
3.      Air
4.      Alkohol 96 %
5.      Isolat (bibit) Jamur Trichoderma

Cara Perbanyak Trichoderma
1.      Campurkan media (sekam dan Bekatul) dengan perbandingan 1 : 3 dalam bak plastic.
2.      Berikan air kedalam media tersebut kemudian aduk sampai rata.
3.      Tambahkan air sampai kelembaban media mencapai 70 % (dapat di cek dengan meremas media tersebut,  tidak ada air yang menetes namun media menggumpal)
4.      Masukkan media kedalam kantong plastik.
5.      Siapkan dandang sabluk untuk menyeteril media
6.      Isi dandang sabluk dengan air sebanyak 1/3 volume dandang.
7.      Masukkan media kedalam dandang sabluk.
8.      Sterilkan media dengan menggunakan dandang sabluk selama 1 (satu) jam setelah air mendidih sterilisasi diulang 2 (dua) kali, setelah media dingin sterilkan kembali media selama 1  jam. Sterilisasi bertingkat ini bertujuan untuk membunuh mikroorganisme yang masih dapat bertahan pada proses sterilisasi pertama.
9.      Tiriskan media didalam ruangan yang lantainya telah beralas plastik. Sebelum digunakan semprot alas plastik menggunakan alcohol 96 %.
10.  Ratakan permukaan media dengan ketebalan 1 – 5 cm.
11.  Semprot media dengan suspensi jamur Trichodema (Isolat jamur Trichoderma yang telah dilarutkan kedalam air, 1 (satu) isolat dilarutkan dengan 500 ml air.
12.  Tutup dengan plastik lalu inkubasikan selama 7 (tujuh) hari. Ruangan inkubasi diusahakan minim cahaya, dengan suhu ruangan berkisar 25 – 27 derjat Celsius.
13.  Amati pertumbuhan jamur Trichoderma, jamur sudah dapat dipanen setelah seluruh permukaan media telah ditumbuhi jamur Trichoderma, (koloni jamur berwarna hijau)



[ Read More.. ]

Selasa, 22 Juli 2014

Cara Pak Tani Mepercantik dan Memudakan kembali Istrinya



Asalammualaikum Wr Wb 
Salam Buat Sahabat Semua....

Sehabis Makan Sahur...Tidak Tahu Mau Tulis apa,,Akhirnya dapat ide...
Berdasarkan Pengalaman Saya Selama  Menjadi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Atau Petani Sering Panggil Kita Pak Mantri....he.....he

Pada Suatu Malam secara tidak sengaja saat browsing di Internet yang menemukan sebuah hasil paparan teknologi di Bidang Pertanian (Pompa Air Hidram) saya tertarik sekali dengan apa yang dijelaskan dalam Artikel dan Video tersebut..dalam hati saya inilah teknologi yang dapat membangkitkan usaha tani petani binaan saya. Karena Daerah tersebut merupakan Daerah Sawah Tadah Hujan karena di desa tersebut tersedia air yang berlimpah yang dialiri melalui sebuah sungai orang sering sebut Krueng Simpoe.

Dengan semangat 45 Pagi - Pagi saya langsung berangkat menunaikan kewajban saya sebagai PPL, sesampai saya di kantor saya langsung mengisi absensi dan tanpa menunggu lama saya langsung menuju ke WKP3K (Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan). Dalam Hati, saya harus menemui Petani binaan saya secepatnya. Tepat seperti Dugaan saya di persimpangan Jalan mereka masih berkumpul di sebuah Warung Kopi dimana tradisi petani di WKP3K Binaan Saya suka berkumpul sebelum mereka berangkat ke kebun dan keladan masing - masing.
 Dengan semangat bertubi - tubi saya langsung memakirkan Kereta Butut saya yang setia menemani saya selama menjadi PPL.
Asalammualaikum Teungku (sebutan untuk Orang laki - laki dewasa di Aceh) Mandum.....Pu Haba .....Ujar Saya
Wailaikum salam, Geut (Baik).....Piyoh Pak Mantri....Mereka menyambut saya dengan ramah tamah dan senyuman, ada seorang petani yang duduk di Sudut warung langsung menawarkan saya secangkir kopi..dalam dalam pikiran saya semulia ini kah...profesi sebagai PPL...mereka menyambut saya seperti tamu yang datang dari Negeri sebrang...satu persatu mereka mengulurkan tangan untuk bersalaman pada saya..inilah kemulian kita sebagai muslim, saling bersalaman dan mengucapkan salam.
Sambil menikmati secangkir kopik dan Sikrek Bada (Sepotong Pisang Goreng) saya memulai pembicaraan :

PPL : Pajan Tanyoe Rencana Ta Tren U Blang? (Kapan renacana kita turun kesawah)
Apa Dolah : Kiban Cara Tren Ublang Sedangkan Ujeun Hana Lom Na (Giman kita mau turun kesawah kalau Hujan Belum turun)
PPL : Peken Hana Ta Peuk Ie Pakek Mesen Pompa ie , Keu Ie Cukop Jai Bak Tanyoe...(Kenapa tidak diari saja pakai Mesin Pompa Air, sedangkan air tersedia dengan cukup di tempat kita)
Apa Raman : Kiban Cara Ta Peu Ek Ie, Sedangkan Mesen Pompa Ie Tanyoe Hana  (Bagai mana mengairi, sedangkan Mesin Pompa Air Saja kita tidak punya)
PPL : Peuken Hana Neu Meurepe Bacut Sapoe...untuk ta sewa meusen nyan (Kenapa tidak bibuat tanggung renteng secara bersama untuk menyewa mesin air tersebut)
Apa Dolah : Hai. Pak Mantri, Kiban cara ta sewa meusen nyan untuk tabloe breuh dan kebutuhan si uroe - uroe kamoe menteng kureung ( Hai..Pak PPL bagaimana cara menyewakan mesin pompa air sedangkan untuk beli beras dan kebutuhan - sehari hari saja kami masih kekurangan.)
Apa Raman : Pu Na Bantuan Dari Pemerintah untuk Mesen Ie (Apa ada bantuan Mesin Pompa Air dari pemerintah)
 PPL : untuk Thoen nyoe menurut loen tupu hana bantuan mesen pompa ie (Untuk Tahun ini setahu saya Tidak Ada Bantuan Pompa Air)
Apa Dolah : Kiban Cara Taneuk Pu ek Ie u blang , Sedangkan Bantuan dari pemerintah hana (Gima cara kita megairi ke sawah sedangkan Bantuan Pemerintah tidak ada.)
Apa Maun : Ta Peuk Ie Reut Langet Kadang (Kita Airi melalui langit mungkin) Apa Maun sambil meledeki, semua orang - orang di warung tertawa
PPL : Jinoe kana cara ta peuk ie ublang dengan pompa air tanpa listrik dan tanpa taboh minyeuk (Sekarang sudah ada cara mengairi sawah dengan pompa air tanpa listrik dan BBM) Apa Dolah, Apa Raman, Apa Mauh dan semua petani yang ada di warung terheran - heran)
Apa Maun : Han Mungken na pumpa ie Hana Pakek Minyek dan Listrek (Tidak mungkin ada pompa air tanpa menggunakan BBM dan Listrik)
PPL : Na hai Apa Maun, Nan Jih Pompa Hidram (Ada Hai Pak Maun, Namanya Pompa Hidram)
Apa Maun : Hai Pak Mantri, Beuk Nak Peu Nget Kamoe Beh..Dup noe ka umoe loen...goh lom na pompa ie yang hana suwah pakek Minyek dan Listrek (Hai..Pak PPL Jagan  Coba menipu kami ya...Sedikit Nada Mengancam Saya ini sudah sudah tua dan belum pernah ada pompa air yang tidak memakai BBM dan Listrik)
PPL : Apa Maun, Zaman jino ka Cagieh...para ahli ka mampu geu cipta Mesin Pompa ie yang lagenyan rupa ( Pak Maun, zaman sekarang sudah canggih, para ahli sudah mampu menciptakan pompa air seperti itu)
Apa Maun : Kiban Cara Ta Peu Ek ie u langet menyoe hana bantuan mesen pompa ie yang pakek minyek dan pakek listrek? Pu tanyoe Tuhan ? (Gimana cara menaiki air ke langit kalau tidak melalui bantuan mesin pompa Air pakai BBM atau Listik? Apa Kita Tuhan?   Apa Maun Meledekin lagi)
PPL : Apa Maun, Ken arti jih tanyoe Tuhan..Pompa Hidram nyan...di peuk ie dengan bantuan tekanan ie sit sehingga katup yang di pasang di dalam pumpa mampu di tulak ie kedeh uwa teuh (Pak Maun, bukan berarti kita tuhan, Pompa Hidram itu memompakan air keatas dengan bantuan tekanan air itu sendir sehingga air mampu di tolak ke atas)
Apa Maun : Apapun Neu Cerita Uroe nyoe Loen Han loen Pateh..(Apapun di ceritakan hari ini saya tidak percaya dalam hati saya, keras sekali sikap petani ini, tetapi itulah Tugas PPL kita harus tetap bersabar)

Dalam Hati saya sekeras Batukah sikap Apa Maun...
Saya harus merubah sikap apa maun....ikut cerita selanjutnya ...

Dalam Pengalaman Diatas saya mencoba membuat sebuah Rumor tentang sikap Apa Maun yang begitu aporiri dengan perkembangan teknologi....
" HUMOR UNTUK APA MAUN"
Ada seorang petani yang barusan menerima pembayaran hasil panen padinya. Untuk sekedar menikmati hidup pak tani ingin membelanjakan sebagian uangnya dan pergi jalan-jalan ke kota. Ia berencana memberi kejutan kepada isteri tercinta dengan memberikan oleh-oleh dan baju.
Dengan percaya diri petani masuk ke sebuah mol untuk belanja baju dan lain-lain. Setelah masuk mol pak tani sangat heran melihat almari dari besi yang begitu besar beliau belum tahu kalau itu adalah lift. Perhatiannya terus tertuju pada almari dari besi yang besar tersebut. Dia heran ketika melihat lelaki tua masuk kedalamya. Dalam hati dia bertanya tanya: “ buat apa orang tua kok masuk kedalam almari tersebut?”. Dia tunggu beberapa saat, sampai ada seorang pemuda tampan keluar dari almari tersebut. Dari hasil pengamatan beberapa saat tersebut dalam benak dia menyimpulkan bahwa almari tersebut ternyata berfungsi untuk memudakan orang tua.
Tanpa berfikir panjang keesokan harinya pak tani mengajak istrinya untuk diberi kejutan. Dia merahasiakan rencana tersebut kepada isteri tercinta. Dalam hati dia berkata: “akhirnya terlaksana juga aku punya istri muda dan cantik”. Istrinya diajak menuju mol tersebut, setelah sampai mol dia menuju lift tadi dan segera istrinya disuruh masuk sendirian. Sebenarnya istrinya nggak mau karena takut tetapi karena demi suami tercinta akhirnya dia menurut juga masuk kedalam lift.
Pak tani tidak ikut masuk lift, dia hanya berdiri didepan lift sambil berdebar-debar hatinya . Dalam hati bertanya: “menjadi seperti apa ya istriku nanti?”. Setelah beberapa saat ada perempuan muda dan cantik keluar dari lift tersebut. Tanpa pikir panjang pak tani langsung memeluk dan menciumi wanita tadi sambil menangis terharu.
Apa yang terjadi selanjutnya? terka sendiri saja……..he hehe…….
Ini hanyalah cerita fiktif belaka untuk memberikan gambaran kepada petani betapa pentingya kita selalu mengikuti perkembangan teknologi. Kita jangan apriori terhadap teknologi tertentu. Jika ada teknologi baru kita wajib tahu dan wajib mencobanya. Siapa tahu dengan teknologi tersebut akan terbuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan kita. Selain itu kita juga wajib untuk selalu menuntut ilmu dan mencari informasi teknologi-teknologi terbaru supaya kita tidak ketinggalan jaman.

Itulah sedikit rumor tentang apa pengalaman ditas....ikuti cerita selanjutnya

[ Read More.. ]

MENINGKATKAN PRODUKSI PADI DENGAN KOMPOS JERAMI TRICODERMA

Saat ini usaha tani padi sawah mengalami masa – masa yang sulit, terutama dalam hal biaya produksi yang semakin meningkat dalam suatu hektarnya, kenaikan biaya produksi ini tidak berbanding lurus dengan hasil produksi yang cendrung tetap atau bahkan menurun.
Kenaikan harga beras juga tidak membantu perbaikan nasib petani. Beberapa hal yang berpengaruh dalam produksi tani ini antara lain:
Biaya Produksi tinggi karena naiknya harga pupuk kimia bersubsidi. Tingginya harga seringkali membuat petani tidak mampu membeli pupuk dalam jumlah cukup yang seharusnya digunakan.
  • Pupuk tidak selalu tersedia tepat waktu
  • Masih tingginya biaya angkut dari lokasi pupuk ke lokasi petani
  • Akumulasi penggunaan pupuk kimia dari tahun ke tahun semakin merusak tanah dan menurunkan hasil produksi.
Kondisi ini perlu diaperbaiki, perlu dicarikan solusi agar pupuk tidak lagi mahal, agar pupuk tersedia tepat waktu, agar pupuk tidak harus di angkut dari tempat yang jauh dari sawah, agar kondisi tanah bias diperbaiki dan produknya ramah lingkungan
Jawabanya ada pada penggunaan pupuk kompos organik yang dibuat dari jerami padi dan menggunakan decomposer jamur tricoderma (Kompos Jerami Tricoderma). Tricoderma adalah jamur yang terdapat di alam, jamur ini memiliki banyak manfaat bagi tanaman. Salah manfaat jamur ini adalah dapat mendokomposisi jerami padi menjadi kompos siap pakai. Manfaat lanjutan yang bias diperoleh dari penggunaan kompos jerami tricoderma antara lain :
  1. Hasil panen meningkat sekitar 30 hingga 40 persen per hektar tanaman padi sesuai dengan hasil uji coba di beberapa tempat.
  2. Biaya produksi, khusunya pupuk menjadi rendah karena pupuk kompor sudah dapat di oleh petani langsung.
  3. Pupuk kompos tricoderma dapat tersedia tepat waktu karena dapat dibuat sendiri oleh petani sehingga dapat mengatasi kelangkaan pupuk kimia.yan
  4. Tricoderma adalah jamur yang bersifat antagonis terhadap jamur lain yang merugikan yakni jamur – jamur penyakit tular tanah yang biasa menyerang tanaman.
  5. Ramah lingkungan karena bahan baku utamanya adalah jarami padi sehingga akan mengurangi pembakaran jerami di lahan sehingga gangguan asap akan sangat berkurang;
  6. Tanah semakin subur karena bahan organik kembali ketanah, menghindarkan tanah dari pecah – pecah karena kekeringan sebab bahan organic dapat mengikat air dalam tanah;
  7. Kompos jerami tricoderma mengandung unsur nitrogen dan kalium yang tinggi sehingga dapat mengatasi ganggung karat besi pada tanaman.
Tanaman yang dapt diberikan kompos  jerami tricoderma tidak terbatas pada padi saja, tetapi dapat juga digunakan pada tanaman lainya seperti sayuran, buah – buahan dan tanaman perkebunan seperti kakao, karet dll. Untuk penggunaan pada non padi  dalam pemuatan kompos tricoderma bahan jerami di ganti dengan pupuk kandang, baik kotoran sapid an kotoran ayam. 
[ Read More.. ]

Minggu, 20 Juli 2014

Padi Hibrida Harapan Baru Petani Bireuen

Bireuen. Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bireuen secara signifikan telah berhasil meningkatkan produksi padi dalam beberapa tahun ini. ini merupakan upaya petani dan pemerintah untuk mewujutkan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional menuju surplus beras 10 juta ton beras tahun 2014 mendatang.


Upaya untuk mewujudkan pencapaian  program P2BN tersebut dibutuhkan beberapa dukungan teknis dan non teknis antara lain; Perluasan areal dan optimasi lahan, Peningkatan  produktivitas  di areal SL-PTT & non SL-PTT,  Bantuan alat  mesin  pertanian  dan  revitalisasi  penggilingan, Pengelolaan penyediaanbenih padi, Percepatan penganekaragaman  konsumsi  pangan. selain itu yang tak kalah penting adalah Pemberian  insentif  kepada petani, Antisipasi,  adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, Kerjasama dengan Kementerian  BUMN  dalam  mengembangkan food estate dan  program Gerakan Peningkatan produksi  Pangan  Berbasis Korporasi (GP3K) Gerakan missal peningkatan  produksi  beras nasional  menuju surplus 10  juta ton  beras tahun 2014.




Semenjak  Program SL-PTT diluncurkan di kabupaten ini petani diberikan bantuan berupa benih, pupuk dan Saprodi lainya. Bantuan ini diberikan kepadak Kelompok tani yang memenuhi syarat.  Dalam Program SL PTT benih yang diberikan adalah varietas DG.I, Bernas Prima, SL.8 SHS  karena varietas tersebut telah teruji beradaptasi dengan kondisi iklim local di kabupaten Bireuen. Padi jenis hibrida DG.I memberikan hasil yang sangat baik yaitu 13,65 ton GKP/ha pada panen musim lalu merupakan produksi tertinggi di Kabupaten Bireuen menurut yang pernah diambil ubinan oleh petugas BPS Kabupaten Bireuen.



Permintaan Padi Hibrida selain yang tersebut diatas Petani Juga banyak mecari Padi Vareitas Lokal berupa BSM, Sertani dan B3. Varietas Padi tersebut Juga Mampu berproduksi tidak kalah dengan Varietas Padi Hibrida lainya (@bu)


Sumber : BP3K Peusangan 
[ Read More.. ]

Jumat, 18 Juli 2014

Bireuen di Landa Kemarau Panjang, Petani Kewalahan

BIREUEN – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bireuen dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan hasil panen di kawasan itu menurun. Untuk sawah tadah hujan, produksi gabah diperkirakan turun hingga 30 persen dibanding musim tanam lalu. Sedangkan sawah yang memiliki irigasi teknis, hasil panen diperkirakan turun sekitar 10 persen.
Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan Bireuen, Ir Alie Basyah kepada Serambi, Senin (31/3), menyebutkan, untuk sawah tadah hujan hasil panen normalnya adalah 5 ton per hekatare. Tapi, untuk musim tanam kali ini menurut laporan petugas di lapangan, hasil panennya hanya 3-4 ton/hektare. Sedangkan untuk sawah irigasi, hasil panen yang normal adalah 6-8/ton hektare. Tapi, tahun ini produksi gabah juga tak mencapai angka tersebut.
Menurut Alie Basyah, menurunnya hasil panen hendaknya menjadi bahan kajian semua pihak dalam menentukan langkah dan kebijakan pada musim tanam berikutnya. Langkah itu, antara lain perbaikan waduk alam dan jadwal tanam disesuaikan. “Bila ada anggaran, petani yang sawahnya dekat dengan sumber air diberi bantuan berupa pompa air atau sumur bor,” katanya
Sejumlah petani di kecamata Juli, Bireuen dua hari lalu mengatakan, hasil panen musim tanam kali ini menurun tajam karena  kemarau panjang  “Misalnya, untuk sawah yang luasnya 1.000 meter pada musim tanam tahun lalu hasilnya sekitar 200 kilogram. Namun, pada musim tanam kali ini hasil panennya hanya sekitar 100 kilogram,” kata Faisal, petani di Juli. “Hasil panen turun, sebagian petani terpaksa memotong tanaman padi untuk pakan ternak karena  kemarau ” timpal Mursal, petani di Gandapura.
Untuk diketahui, luas sawah tadah hujan yang terdata di Distan Bireuen mencapai 4.765 hektare tersebar di empat kecamatan. Dari jumlah itu, sekitar 2.500 hektare kering total. Sedangkan luas sawah irigasi yang ditanami musim tanam kali ini lebih dari 10 ribu hektare.


[ Read More.. ]

Sabtu, 19 Oktober 2013

Daftar Usulan THL TBPP Berkinerja Baik Tahun 2014


Asalammualaim wr wb

Berikut ini daftar nama - nama THL TBPP Kabupaten Bireuen yang berkinerja baik.

Mohon datanya dilihat, Apabila Apa Kesahalan sampaikan kepada kami untuk di koreksi

Klik Disini
[ Read More.. ]
x

join to my fans at facebook